Pages

Senin, 23 Mei 2016

Pertemuan jerawat dan Erha Clinic Bogor - 1

Masalah muka tak kunjung ada habisnya. Lelah ditanya perihal muka membuat saya selalu mencari tahu produk skincare dari dalam maupun luar negeri. Di Bogor sendiri ada begitu banyak skincare dari mulai Erha, Natasha, Wijaya, LBC, M3 dan lain sebagainya, Saya membuka review masing-masing dari klinik kecantikan tersebut. Ditambah melihat secara langsung teman-teman saya yang mengunakan satu dari beberapa klinik yang ada.

Sabtu, 23 April 2016.
Dengan tekad yang sudah bulat saya memberanikan diri pergi ke salah satu klinik kecantikan di Bogor. Tidak mudah untuk menentukan satu dari sekian banyak pilihan. Tapi saya memutuskan untuk memilih Erha Clinic. Sebelum saya memilih Erha saya mendapati melihat teman-teman saya update tentang produk Erha. Mereka yang menggunakan produk Erha memiliki kulit wajah yang sudah tidak diragukan lagi. Selain itu lokasinya yang tidak terlalu jauh dari rumah saya.

Minggu, 22 Mei 2016

To: My puffy cheek

Tiara Dimita. The most beautiful best friends I ever had. --Jangan kesenengan gitu bacanya.

Pertemuan saya dengan dia bermula dari tugas matematika keuangan. Jadi, setelah masa MPKMB saya dan dia disatukan di kelas Akuntansi D, kelas yang isinya mahasiswa regular dari hasil perjuangan tes memperebutkan sisa quota yang ada. Sebenarnya saya sama sekali gak tau dia siapa dan yang mana.

Satu minggu berada di AKN D, kelas kemudian di rombak lagi. Entah suatu keberuntungan atau bukan, nama saya berpindah ke AKN C. Entah bagaimana ceritanya saya bisa berteman di facebook dengan tiara, tiba-tiba dia chat menanyakan tugas matematika keuangan. Nah kan, kesan pertama kenalan aja udah gak bagus.

Rabu, 11 Mei 2016

Alif, mukanya kenapa ?

Pada kesempatan saya kali ini saya akan bercerita tentang kondisi wajah saya yang saat ini sungguh membuat kalian akan beristighfar. Sebelumnya, saya akan memberi tahu bahwa saya tidak akan memasang foto before-after layaknya para blogger skin care. Saya akan mencurahkan bagaimana kondisi saya dalam bentuk cerita. Nama-nama produk mungkin juga tidak akan saya sensor, siapa tau bisa jadi referensi. Tapi pertama-tama saya ingatkan bahwa ini yang dialami oleh kondisi muka saya. Sudah pasti akan berbeda dengan kondisi muka kalian.


Minggu, 10 April 2016

Setiap...

"Setiap laki-laki ingin ditunggu. Setiap perempuan ingin diperjuangkan. Setiap hati ingin diterima." 
-prawitamutia via tumblr-

Setiap laki-laki ingin ditunggu.
Karena mereka senantiasa bersiap untuk adinda yang dicintainya. Laki-laki sadar bahwa ia butuh begitu banyak persiapan sebelum pada akhirnya menemui kedua orang tua perempuan. Untuk itu laki-laki ingin ditunggu. Ia tak pernah ingin kehilanganmu, perempuan. Ia tahu begitu banyak tanggung jawab yang akan diemban nantinya. Maka dari itu laki-laki selalu berjuang. Mereka memantaskan pun mempersiapkan. Tanggung jawabnya besar. Ia akan mengambil alih tugas ayahmu. Maka dari itu, bersabarlah. Jangan lelah untuk menunggunya. Yakinlah bahwa kelak saat waktunya sudah tepat, ia, laki-laki akan segera datang menjemputmu.

Setiap perempuan ingin diperjuangkan.
Ia sadar bahwa kau, laki-laki, masihlah bukan siapa-siapanya. Perempuan tak pernah memiliki daya untuk berbuat apa-apa tentang apa yang sedang dirasa. Ia hanya memendam, berdoa, dan menunggu. Untuk itu perempuan ingin diperjuangkan. Sesulit apapun ia untuk didapatkan. Seberat apapun rintangan yang menghadang. Ia ingin tetap diperjuangkan. Karena ia akan tetap di sana, menunggu wujud kepastian yang akan datang.

Setiap hati ingin diterima.
Baik laki-laki ataupun perempuan, mereka sama sama ingin diterima. Semenyedihkan apapun masa lalunya. Serapuh apapun hatinya. Karena setiap manusia pasti memiliki kebiasaan yang mungkin saja tak menyenangkan untuk sekelilingnya. Maka saat memilih, dukunglah segala hal terbaiknya, terimalah segala kekurangannya. Hadirmu bukan untuk mengubah segalanya. Melainkan untuk melengkapi dan menyempurnakan bagian kosong yang masih belum bisa terisi saat sendiri.

Cinta itu bukan hanya aku dan kamu. Cinta itu kita. Cinta itu saling melengkapi, bukan sendiri-sendiri. Cinta itu diperjuangkan, berdua. 

Bogor, 10 April 2016
-aliflifa-

Adalah jarak

Adalah jarak yang mencipta rasa
Membuatnya terungkap tanpa menggunakan tanya
Mengubah segenap asa menjadi wujud perasaan nyata

Adalah jarak yang menyatukan kita
Tak pernah terucap gemuruh yang ada di dada
Ia mengalir begitu saja
Bahkan tanpa terucap sepatah kata
Kita memulai untuk saling mengisi ruang yang selama ini terjaga

Adalah jarak yang menjadi perantara kita
Ada harapan-harapan yang tertanam disetiap kilometer jauhnya
Ada doa-doa yang dipanjatkan dalam setiap jam waktu perjalanan

Adalah jarak yang mengajarkan kita
Ia mencipta keterpisahan untuk menguji kesetiaan
Ia mencipta rindu untuk bersabar terhadap temu
Ia mencipta ragu dalam setiap sudut keyakinan di ruang tunggu


-aliflifa-