Pages

Minggu, 02 Februari 2014

Selamat Ulang Tahun, Mas

Selamat Siang,
Bagaimana kabarmu hari ini ? Semoga selalu baik-baik saja, ya. Meski aku tau kondisimu batinmu tak sebaik yang diharapkan.

Siang ini aku menuliskan surat untukmu ditemani rintik hujan dan cuaca yang begitu dingin. Entah sampai kapan cuaca di kotaku akan seperti ini  melulu. Membuat suasana menjadi mengharu biru dipenuhi genangan kenangan dan tumpukan rindu. Hm, aku rasa sudah cukup basa-basinya. Sesuai dengan judul surat ini, aku ingin mengucapkan "Selamat Ulang Tahun, Mas". Hari ini tepat dua puluh tiga tahun kamu sudah menapaki bumi. Menjalani segala kehidupan dengan susah maupun senang. Mendapati segala pelajaran dan pengalaman yang begitu berharga. Semuanya menjadikan dirimu semakin dewasa.

Harapanku kepadamu mungkin tak sebanyak harapan-harapan yang kamu tanamkan. Karna hanya diri sendirilah yang tau apa sesuatu yang diinginkan, dan apa harapan yang begitu ingin dikabulkan. Sedangkan aku dan segala kerabatmu hanya bisa meng-aamiin-kan saja. Namun tetap tak terlepas dari doa-doa umum yang sering diucapkan.

Semoga usiamu semakin barokah, semakin lama hidup di dunia dan semakin bertamah usia serta berkurangnya jatah hidup di dunia apa yang dilakukan semoga menjadi keberkahan, agar tidak sia-sia dalam menjalani kehidupan.
Semoga semakin baik lagi dari sebelumnya, karna setiap manusia pasti selalu ingin menjadi lebih baik dari diri mereka yang sebelumnya. Aku rasa harapan ini sudah mencakup sebagian besarnya.

Sekali lagi, selamat ulang tahun ya.



Bogor, 02 Februari 2014

AN
#30HariMenulisSuratCinta Hari ke-2

Sabtu, 01 Februari 2014

Terimakasih Januari

Teruntuk bulan yang yang selama tiga puluh satu hari telah memberiku banyak warna ..

Hai, Januari ..
Hadirmu begitu disambut meriah oleh milyaran manusia di muka bumi. Kamu begitu istimewa dibanding bulan-bulan masehi lainnya. Begitu banyak keindahan yang tercipta di awal bulanmu. Meski ada pula yang masih merasakan derita. Namun, aku tetaplah salah satu dari sekian milyar manusia yang merasakan keindahan di bulanmu.

Januari..
Di bulan ini aku merasakan begitu banyak kejutan. Januari selalu menjadi saat dimana doa dan harapan dari sekian banyak teman, dan keluarga dipanjatkan kepadaku. Segala macam kejutan dan pemberian dihadiahi untukku. Aku tak pernah meminta benda paling berharga, aku hanya meminta sesuatu yang tak bisa dibeli. Beri saja aku doa, itu sudah lebih dari cukup untuk segala kebaikan yang ada.

Di tahun ini adalah januariku yang ke dua puluh. Dengan nuansa kebahagiaan paling utuh. Satu demi satu kejutan menghampiriku. Canda, tawa, haru, biru ku rasakan menjadi satu. Semua yang mereka berikan membuat bibirku mendadak bisu. Tiupan lilin, rangkaian bunga, makan malam bersama, tumpukan kado, bahkan sampai siraman terigu dan pecahan telur mentah semua ku rasakan satu demi satu.

Januari..
Hadirmu memberikan warna disetiap kehidupanku. Hadirmu menjadi salah satu yang selalu aku tunggu. Dengan usia baru dan tangung jawab baru akan segala sesuatu. Semoga masih ada januari-januari yang akan datang dan memberikan kenangan seperti yang telah lalu.

Terimakasih, Januari.


#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke - 1

Minggu, 05 Januari 2014

Obrolan Seputar Nikah

Hari ini di LBM seperti biasa kumpul, ngobrol, bertukar cerita dan sebagai macamnya. Gak tau kenapa segala macam obrolan tema serius jatuh pada "Nikah". Iya, Nikah. Salah satu hal yang menjadi bagian dari kehidupan, hal yang saya rasa menjadi kepinginan hampir semua orang. Sebelum ini sebenarnya kita para penghuni LBM pernah membahas tentang nikah, berawal dari salah satu penghuni yang mendengar cerita dari seorang pedagang bahwa "modal nikah 10 Juta juga kurang sekarang" Itu berarti ya gak dapet apa-apa. Hanya saja saya yang masih belum paham, kok bisa ya uang segitu banyak masih dibilang kurang. Ternyata setelah dipikir ya memang seperti itu. Belum untuk seserahan, resepsi dll pastinya gak butuh 10 Juta. Nah, hari ini di LBM obrolan yang menjadi topik utama adalah anggaran nikah. Berawal dari keisengan, obrolan biasa aja, hingga tercipta suatu topik yang agaknya cukup serius. Paling tidak untuk bersiap bagi diri pribadi.

Baim (salah satu penghuni LBM) pun mencetuskan untuk membuat Rancangan Anggaran Pernikahan dengan berbagai estimasi dibantu penghuni lain.

Rancangan Anggaran Pernikahan. By : Baim
Nah itu dia penampakannya. Untuk penjelasannya :

Seserahan 70 Juta. Didapatkan dari estimasi seserahan saat ini sekitar 50 Juta dan Inflasi selama 5 tahun ke depan dengan tingkat 5%-6%. Perhitungan menggunakan Bunga Majemuk : S x (1 + i )^n . Dengan,
S= 50 Juta , i = 6% , dan n = 5.

Angka estimasi tersebut berasal dari beberapa sumber. Jangka waktu 5 tahun berarti bagi yang siap menikah dalam jangka waktu 5 tahun setelah lulus. Didapatlah hasil 70 Juta. Namun 70 Juta hanya untuk seserahan dari pria ke wanita. Belum yang lain-lainnya.

Saya sendiri lupa singkatan-singkatan yang ada di papan tersebut -_-" Yang jelas itu biaya yang dikeluarkan saat seserahan sampai dengan resepsi (tapi belum termasuk beli rumah sendiri). Ya kurang lebihnya seperti itu. Dan didapatlah hasil 203 Juta. Banyak juga ya :| Namun berhubung seserahan adalah urusan untuk para pria maka biaya bersama sekitar 133 Juta. Apabila ingin ditanggung oleh kedua belah pihak dengan proporsi wanita 40% dan Pria 60% maka pria menanggung sekitar 80 Juta, sedangkan wanita menanggung 53 Juta. Disini perhitungan belum selesai.
Bila di sederhanakan kembali untuk estimasi 5 tahun ke depan maka :

Pria :
70 Juta (seserahan) + 80 Juta (biaya lain-lain) = 150 Juta
150 Juta : 5 Tahun = 30 Juta
30 Juta : 12 Bulan = 2,5 Juta
Jadi pria paling tidak mulai menabung 2,5 juta perbulan untuk biaya pernikahan 5 tahun ke depan.

Sedangkan Wanita :
53 Juta : 5 Tahun = 10,6 Juta : 12 Bulan = 1 Juta (pembulatan lebih ke atas)
Wanita perlu menabung 1 juta perbulan untuk biaya bersama pernikahan 5 tahun ke depan.

HAHAHA. Konyol ? Memang sangat konyol obrolan ini. Tapi ada manfaatnya juga, paling tidak tadi laki-laki penghuni LBM jadi lebih berfikir untuk hal seperti ini. Obrolan belum selesai, alias dilanjut via twitter. Berikut screenshootnya :





Makin ke bawah omongan mulai ngaco. Setidaknya lelaki-lelaki ini sudah ada bayangan berapa yang harus mereka persiapkan untuk menikah. See ? Mending ikutan bikin perhitungan jangka panjang. Atau kalau gak mau repot ya ikutin aja yang udah saya jelasin. 

Selamat menabung untuk masa depan :D


*Ehem kode ah buat calon suami :p

Jumat, 27 Desember 2013

Kini ..

Sungguh tak pernah ku sangka bahwa kini, segala yang ku anggap tak mungkin bisa menjadi mungkin. Bahwa segala yang ku anggap terlalu tinggi sudah menghampiri. Bahwa segala yang tak mungkin terjadi kini benar-benar sudah terjadi. Bahkan apa-apa yang pernah terpendam kini telah terungkapkan, meski mungkin masih dalam kadar banyak bungkam.

Mengagumimu, awalnya memang hanya dalam diam. Meski pada akhirnya memang benar-benar terungkapkan. Walaupun hanya dengan tulisan, dan saat ia sudah pergi meninggalkan. Semua sengaja kulakukan, karna sejujurnya aku memang tak punya cukup keberanian untuk mengungkapkan segala yang terpendam.

Ketika jarak yang membentang mulai memisahkan, penyesalan pun satu demi satu mulai berdatangan. Entah karna ketidakhadiranku di hari bahagiamu, atau karna segalanya tak pernah langsung terungkapkan.

Lalu, hariku kembali kau buat indah. Saat kau berniat untuk merenovasi segala kerapuhan yang ada di dalam hati, saat kau berniat untuk menjadi pemilik kunci hati, dan saat kau berniat untuk menetap di dalamnya tanpa hanya sekedar singgah. Semuanya memang terlalu dini, tapi terlanjur kau buat indah kembali.

Kini, diantara kita hanya perlu mengerti. Kamu dengan kesibukanmu, begitu pula aku. Jangan lagi ungkap masa lalu, karna segalanya tlah ditutupi olehmu. Jalani saja apa yang ada di depan mata. Syukuri saja apa yang sudah dimiliki. Terima saja segala yang ada dengan lapang dada. Maka ku yakin semua akan indah terasa.

Semua ini terjadi karena takdir Tuhan. Entah itu sebuah kepergian, ataukah sebuah pertemuan. Entah hanya sesaat ataukah selamanya. Apapun yang terjadi nanti, ku mohon tetaplah sama-sama memperjuangkan di saat ini. 

Bogor, 27 Desember 2013

Minggu, 01 Desember 2013

Sekarang sudah ada kamu

Sekarang sudah ada kamu
Yang menghapus air mataku
Meredakan dukaku
dan menghilangkan sendu di wajahku

Sekarang sudah ada kamu
Yang menemani setiap hariku
Menjadi mentari di setiap pagiku
dan menjadi penerang di gelap malamku

Sekarang sudah ada kamu
Pereda lara dari sakit hatiku
Pencipta bahagiaku di setiap waktu
dan bersedia untuk menjaga hatiku

Sekarang sudah ada kamu
Yang ku harap dapat melengkapi kekuranganku
Bersabar dengan sikap kekanak-kanakanku
dan mengerti segala kelemahanku

Sekarang sudah ada kamu
Jadi, jangan lagi ungkit tentang masa lalu

Bogor, 01 Desember 2013