Pages

Sabtu, 30 November 2013

Aku sudah pergi

Maaf aku sudah tak lagi di sini
Aku sudah pergi
Aku sudah meninggalkan semua kenangan kita di sini
Kau lihat-lihat saja sendiri
Bagaimana semua kenangan ini bisa tersusun rapi
Bagaimana aku bisa menjaga kesetiaan sejak dini
Bagaimana aku bisa jatuh dan bangkit kembali
Bagaimana aku terluka dan bisa sembuh lagi
Bagaimana aku bertahan dan mencintai seorang diri
Bagaimana aku lelah menanti dan memutuskan berhenti
Semuanya ku tinggalkan di sini
Bersama suka duka yang pernah kita lalui

Maka dari itu, jangan kau cari aku lagi
Karena aku Sudah Pergi
Ke tempat baru yang saat ini sudah ku pijaki
Bahagia yang ku yakini ada di tempat baru ini
Dengan segala harap yang ku yakini lebih pasti
Dengan ia yang ku yakini lebih bisa menjaga hati

Bogor, 30 November 2013

Minggu, 17 November 2013

Butuh waktu

Luka ini sudah hampir sembuh
Meski belum secara menyeluruh
Maka dari itu jangan dulu kau sentuh
Aku masih butuh waktu untuk membuatnya utuh
Jika kau benar-benar sungguh
Bantu aku untuk membuatnya kembali kukuh


Jumat, 08 November 2013

Pergi saja

Pergi saja,
Aku sungguh tak apa
Mungkin tempatmu di sana
Mungkin juga wanita yang kau cinta dia

Pergi saja,
Aku akan baik-baik saja
Kamu jangan terlalu memaksa
Hanya karna aku yang lebih dulu mencinta.

Pergi Saja,
Aku akan merelakanmu dengan segera
Mulai melangkah untuk meninggalkan semua
Dan menyembuhkan hati yang penuh luka

Kamis, 05 September 2013

Hari itu

23 Agustus 2013 ..

Aku tak pernah tahu bahwa hari itu kamu membawaku menuju tempat yang sebelumnya tak pernah kamu katakan kepadaku. Aku bahagia, tentu saja. Namun bahagiaku terasa tak sempurna. Aku tak menyangka bahwa tujuanmu mengajakku ke tempat itu adalah untuk menepati janjimu kepadaku. Padahal tiada janji yang terucap darimu untukku akan hal itu. Aku hanya tahu bahwa janji itu adalah janji kepada perempuan yang bukan aku. Kakiku melemas, bibirku membisu, tingkahku kaku, hatiku menangis tersendu, aku cemburu.

Hari itu aku dan kamu memang begitu dekat. Namun aku merasa hanya raga yang terasa dekat, sedangkan hati dan jiwamu terasa tak melekat. Entah kau tinggal dimana jiwamu saat itu. Di tempat perempuan yang seharusnya sedang berada di tempat ini denganmu kah ? Aku tak tahu. Atau ini hanya perasaanku yang sedang dirasuki cemburu tak menentu ? Aku tetap tak tahu.

Sabtu, 10 Agustus 2013

Apakah kamu mencintaiku ?

sumber

"Kamu masih mencintaiku ?"
"Kenapa memangnya ?"
"Tidak, hanya bertanya. Jawab saja."
"Kalau aku tak ingin menjawabnya ?"
"Harus kau jawab."
(Aku diam)
"Hanya menjawab iya atau tidak apa susahnya ?"
"Seharusnya kamu sudah tau jawabannya tanpa perlu menanyakannya padaku"
"Bagaimana bisa ?"
"Bisa, jika kamu peka."
"Ah lagi-lagi peka"
(aku tertawa kecil)
"Mengapa kamu kembali lagi padaku ?"
"Maksudnya ?"
"Bukankah kamu pernah mengisi hati yang lain ?"
"Iya, tapi aku pergi. Cinta membawaku pulang."
"Maksudmu apa ? Sekarang jadi aku yang tak mengerti"
"Hatinya bukan rumah cintaku"
"Lalu rumah cintamu dimana ?"
"Masih saja bertanya. Jelas di hatimu. Aku tak akan pernah benar-benar bisa pergi darimu. Kecuali takdir Tuhan yang memintanya"
"Boleh aku bertanya lagi ?"
"Silahkan"
"Kamu mau menjadi kekasihku ?"
"Hah ?"
"Aku serius bertanya."
"Sebelum aku menjawabnya aku ingin bertanya padamu dulu, boleh ?"
"Apa ?"
"Tapi kau jawab dengan jujur."
"Baik"
"Apakah kamu mencintaiku ?"
"Hmm aku tak yakin. Tapi aku yakin kamu bisa menjadikannya yakin nantinya"
"(Aku tersenyum) Itu jawabanku."
"Mengapa kamu tak yakin ? Bukankah kamu sudah lama menungguku ?"
"Iya tapi bukan untuk mendapatkan keraguan melainkan kepastian."
"Bukankah tadi aku sudah menanyakannya padamu ?"
"Tapi kamu tak yakin kan ?"
"Hmm"
"Sudahlah, Jangan kasihani aku karna aku teralu mencintaimu. Aku ingin kamu mencintaiku tanpa ragu. Cintai aku karna memang kau mencintaiku. Jangan cintai aku karna aku sudah lebih dulu mencintaimu."
"Jadi ?"
"Ungkapkan cintamu saat kamu sudah tak ragu pada hatimu. Ungkapkan cintamu kepada seseorang yang benar-benar kamu cintai. Aku masih bisa bertahan dengan hubungan pertemanan seperti ini."

Aku beranjak dari tempat dudukku. 

"Hei tunggu mau kemana kamu"
"Mari kita pulang senja sudah hampir tenggelam"