Pages

Selasa, 22 Januari 2013

Pesan Cinta Untuk @afgansyah_reza

Dear @afgansyah_reza

Selamat Siang Jendral Pibo-ku :D
Masih ingat kan dulu Afganisme sering memanggilmu Jendral Pibo (Jendral Pipi Bolong) akibat lesung pipitmu yang begitu cetar membahana :p

Semalam kamu (lagi-lagi) dapat  awards "Penyanyi Solo Pria Terdahsyat" ya ? ah, aku sudah tak heran. Karna bagiku penyanyi solo pria yang bagus memang cuma kamu.

Pertama kali kamu hadir di industri musik Indonesia aku langsung jatuh cinta. Segala hal tentangmu langsung aku cari tahu. Teman-teman sekelasku juga tahu segila apa aku ngefans sama kamu. Semua lagu-lagumu langsung menghiasi hari-hariku sejak kamu ada.

Kamu satu-satunya seleb kesukaanku di Indonesia yang belum pernah aku temui. Dari dulu pengen banget bisa ketemu kamu. Tapi selalu gak bisa. Sedih sih. Jadi aku cuma bisa ngefans sama kamu dari depan tv, teriak2 sendiri kalo kamu tampil. Pokoknya kamu selalu bisa bikin aku histeris tiap tampil. Lebay yah ? tapi emang itu kenyataannya.

Kalo udah ngomongin kamu aku speechless deh gatau mau ngomong apa lagi. Kamu itu The Best. Udah terbaik dari yang terbaik deh. Aku gak tau kamu bakal baca surat ini apa engga, tapi yang aku tau kamu selalu care sama Afganisme yang bertebaran di luar sana. sukses ya dengan karir dan kehidupannya. I Proud of You.




Bogor, 22 Januari 2013
With Love: Afganisme


#30HariMenulisSuratCinta

Senin, 21 Januari 2013

Surat untuk Raka

Halo Raka :')
Di dunia maya aku hanya bisa memanggilmu raka. Raka adalah nama samaran yang richi buat waktu SMA dulu untukmu.
Kamu tau dua hari lalu aku merasa seperti kembali ke masa lalu. Tiba-tiba saja aku membaca tulisan Richi tentang kisah Ranun dan Raka. Ranun itu aku, Raka itu kamu. Beberapa hari lalu juga kamu sempat mengasihaniku gara-gara aku rindu dengan pangeran kecilku. Saat kamu mengasihaniku itu kamu juga sedang terkagum-kagum kepada pujaan hatimu bukan ? Kita sudah sama-sama memiliki pengisi hati. Entah itu akan menetap atau bahkan hanya singgah.

Ka..
Sekarang aku tahu kalo kamu itu sebenarnya tak benar-benar menghilang dari hariku. Buktinya saja kemarin malam kamu masih sempat menanyakan kabarku. Kamu tak tau betapa berharganya sapaan dari kamu itu. Sayang obrolan yang sedikit itu harus aku akhiri sendiri akibat hal pribadi.
Ka ..
Kamu tahu semenjak aku membaca lagi kisah Ranun dan Raka, membuka lagi memori tentangmu aku mendadak jadi tertawa geli. Ya bagaimana tidak aku dan kamu kan tak pernah saling berbicara. Dulu setiap bertemu kita hanya saling tersenyum dan saling memanggil nama. Obrolanku dan kamu juga hanya dengan tulisan tapi kenapa ya bisa sampai menimbulkan rasa. Aku masih ingat loh saat kamu menuliskan "Seni Seviyorum" untukku dan saat mengetahui artinya akupun kegirangan. Duh aku sama kamu itu kenapa yah ?
Ka ..
Masih ingat dulu kamu pernah menyuruhku mendengarkan lagu Danger Ranger yang berjudul With You ? Aku suka sekali lagu itu. Beberapa lirik di dalamnya ada yang ternyata memang menjadi bermakna. Contohnya "Try to be your guard who makes you feel alright". Ternyata setiap ada sesuatu yang mengganjal hatiku, kamu selalu ada dan membuat suasana kembali ceria. Hal kecil darimu selalu bisa membuatku bahagia ka. Walaupun hanya ":)"
Ka ..
Sampai kapanpun kita memang hanya akan tetap begini. Menjadi teman. Aku sudah sadar itu saat dulu. Apalagi kamu, mungkin sudah sadar sebelum aku. Sampai kapan pun kita akan menjadi teman. Aku sudah tak berharap lagi. Karna harapanku pernah kamu hancurkan dulu. Tapi sekarang aku mengerti maksudmu.
Sukses ya ka dengan kuliahmu di sana. Aku selalu mendoakanmu.


Untuk Raka di seberang sana.
Ranun, Bogor 21 Januari 2013


#30HariMenulisSuratCinta

Minggu, 20 Januari 2013

Rindu Kamu .....

Surat ini masih untuk kamu yang sudah lama tak mengisi hari-hariku.
Kamu kemana ? mungkin terlalu sibuk sampai lupa denganku.
Aku tak pernah bermasalah dengan kesibukannmu. Begitupula jika kamu tak menghubungiku.

Karna aku tau diantara kesibukanmu ada diantaranya yang tak ingin ada aku. Jadi aku tak mau ganggu.
Masalahku hanya kepada rindu. Ya Rindu kamu. Mungkin karna dahulu ada kamu yang selalu mengisi hari-hariku. Membuat senyum di lekuk bibirku. Menjadi pelangi sesudah hujanku. Serta menjadi bintang di setiap malamku. Hingga akhirnya aku berujung candu.

Rindu kamu.
Mungkin dulu kamu sering berucap itu kepadaku. Kini giliranku. Walaupun tak terucap langsung tapi aku yakin kamu tau surat ini untuk kamu. Itupun jika kamu masih memiliki kepekaan yang jitu seperti yang lau-lalu.Jika kepekaanmu hilang. Akupun tak masalah jika kamu tak tahu ini rindu yang tercipta untukmu. Karna aku tak pernah memaksamu untuk tau itu. Cukuplah bagiku merasakan pernah adanya kamu di setiap hatiku dan menikmati kesemuanmu dengan rindu.

Bogor, 20 Januari 3013

#30HariMenulisSuratCinta
Surat ke-2 hari ke-7

Sabtu, 19 Januari 2013

Teruntuk Pangeran Kecilku

Halo pangeran kecilku apa kabar ?
Pangeran kecil ? ah aku lupa dulu kamu pernah mengetikkan 'titik dua buka kurung' karna ku panggil pangeran kecil. Katamu 'apa aku anak kecil dimata kamu :(' . Jadi teringat masa lalu.



Apa kabar ? Padahal baru beberapa menit yang lalu aku mengakhiri obrolan chat kita di media sosial tapi mengapa masih aku tanyakan apa kabar ? Ah ini hanya basa-basiku saja. Oh ya aku baru ingat, tadi kabarmu sedang tidak baik, aku berharap setelah obrolan chat kita berakhir dan saat aku sedang menuliskan surat ini mood-mu kembali membaik.




Sejujurnya aku rindu kamu.


Rasanya sudah lama sekali kita tak saling mengirim pesan. Tak berbincang seru dengan saling mengirim kata. Sekarang siapa ya wanita beruntung itu yang sering bertukar cerita denganmu ? Pastinya bukan aku.
Kamu tau aku cemburu ?
Aku cemburu dengan kedekatanmu terhadap banyak wanita. Ah tapi siapalah aku berani mencemburuimu.
Siapapun wanita itu pasti dia sangat beruntung bisa menggantikan posisiku. Posisiku ? ya posisiku. Karna aku ingat saat kamu bilang sayang kepadaku. Kini panggilan sayang itu pasti sudah ke lain wanita. Bukan aku (lagi) pastinya.
Tahukah kamu aku menyesal ?
Aku menyesal telah menyia-nyiakan kesempatan saat itu. Kini aku terbelenggu dengan perasaanku. Perasaan cinta kepadamu yg tak tepat waktu.
Sekarang aku ingin meminta maaf kepadamu.
Maafkan aku karna rasa cintaku jatuh diwaktu yang tak tepat. Kini aku mencintaimu disaat kamu (mungkin) sudah melupakanku.
Sekali lagi maafkan aku. Pangeran Kecilku.






Proyek #30HariMenulisSuratCinta Hari #ke-6
*Ini proyek #30HariMenulisSuratCinta ku yang pertama*

Jumat, 18 Januari 2013

2 Pohon Cemara



Saat kelas 3 SD aku pindah ke perumahan ini. 2 pohon berampingan itu sudah ada sejak aku pindah ke sini. Letaknya ada di sebrang rumahku. Tepatnya di depan rumah tetanggaku. Dulu tinggi pohon cemara itu hanya seperti pohon natal ukuran sedang. Tak setinggi sekarang. Aku dan teman-teman dulu sempat berkhayal untuk menghiasnya seperti pohon natal. Karna bentuknya yang masih indah, lebat dari atas ke bawah. Kini pohon cemara itu semakin tumbuh tinggi, daunnya tak selebat dulu. Pohon cemara itu tak pernah ada yang mengurusnya. Walaupun sudah beberapa kali rumah dibelakangnya berganti penghuni. Aku rasa hanya aku yang sadar akan tumbuhnya pohon itu. Meskipun kesadaranku tak sengaja.