Pages

Minggu, 12 Juni 2011

DAN PADA AKHIRNYA (part 2)

Lanjutan dari postingan sebelumnya yang berjudul (Awalnya part 1)

Hingga saat aku kelas 12 (3 SMA) namanya muncul lagi di beranda ku, aku like status dia entah apa aku lupa dan diapun mengirimkan pesan dinding untukku.
dari sini kami mulai akrab lagi di situs jejaring itu , rasanya bahagia dan mungkin sedikit aneh..
dan masih di kelas 12 saat itu aku benar2 tersakiti oleh namanya cinta bukan cinta yang hakiki tetapi cinta yang hanya terbawa hawa nafsu. Aku putus dengan seseorang yang telah menduakanku, begitu sakit hingga status ku selalu tentang sakit hati. dan dia pernah mengomentari satusku aku merasa tiba-tiba kesedihanku hilang begitu saja karna komentar darinya. semakin akrab hingga aku meras jika aku telah jatuh cinta. Ya! jatuh cinta !!!
Aku bisa jatuh cinta terhadapnya hanya karna perhatian kecil darinya yang bisa menghilangkan kesedihanku saat itu.
Kasedihanku pun berlalu karna dia.
Hingga saat aku pernah di ledeki oleh teman2 ku dan temannya gara-gara obrolan kami yang masuk ke beranda mereka.
tapi tak apalah :)
ledekan-ledekan itu terus berlanjut sampai kami lulus SMA.

setelah LULUS SMA
jarang kami berkomunikasi smsan ? jarang ! (ya mungkin karna sikapku yang begitu gengsi untuk sms orang duluan) mungkin hanya twitteran itupun sesekali salaing membalas mention , facebook pun aku nonaktifkan. pernah dia sms jika dia ingin chating bersamaku lagi di FB. setelah beberapa minggu menonaktifkan fb aku mengaktifkannya kembali tapi saat fbku aktif dia tak mengajakku chating sesering dulu *taugitugakusahgueaktifin* ..
dan dia pernah menyuruhku untuk mencari seseorang *emanggampangnglupainlo?* begitu banyak kisah setelah lulus SMA hingga akupun merasa takut untuk 'jatuh' cinta kepada yang lain karna aku menyayanginya. dan aku putuskan untuk sendiri dalam beberapa waktu sampai aku bisa melepaskan perasaanku untuknya. Takkan ku coba untuk berusaha. akan ku biarkan rasa ini ada dan pergi dengan sendirinya tanpa paksaan.
:)*



#hanya cerita singkat yang masih diingat olehku..

Kamis, 09 Juni 2011

AWALNYA (part 1)

awalnya aku hanya menganggap biasa perkenalan saat itu
mungkin kamu juga merasa seperti itu
situs pertemanan dunia maya yang mempertemukan kita saat itu
perkenalan kitapun mungkin hanya sebatas dalam dunia maya
aku belum mengenalimu dan kamu pun mungkin belum mengenaliku
sapaan sapaan melalui dunia maya saat itu pun tak aku anggap dengan serius
ya ! karna sekali lagi .. aku belum mengenalmu
saat itu adalah saat dimana kami masih dibangku kelas 10 (1 SMA)
aku menyukai seorang laki-laki bukan dia, dan dia pun mungkin menyukai perempuan bukan aku
perkenalan kami pun berlalu karna mungkin perbedaan kelas kita dan tidak ada perkenalan langsung diantara kita..

waktu berlalu hingga aku beranjak ke kelas 11 (2 SMA)
aku mulai menyapanya lewat situs pertemanan dunia maya itu
entah kenapa aku yang biasanya sangat malas menyapa seseorang saat itu ingin menyapanya duluan
obrolan melalui pesan dinding pun  kembali kami rajut
hingga rasa penasaranpun muncul dalam diriku
dan saat penasaran itu tanpa kesengajaan ternyata dia mengubah foto profilnya
keesokan harinya aku mencari muka yang sama dengan foto yg digantinya kebetulan kelasku dan dia saat itu bersebelahan
dan saat aku menemukan dia aku langsung bertanya kepada temanku yang kebetulan memang mengenalnya
dan ternyata benar dia orangnya
hatiku muncul perasaan yang ah mungkin hanya perasaan biasa walau terasa aneh
namun sayang saat itu aku sedang dekat dengan seseorang yang merupakan teman sekelasnya ..
lupakan kataku

saat aku sudah tak memiliki hubungan dengan siapa-siapa aku masih merasa biasa saja terhadap dia
hingga saat kelas 12 (3 SMA) .......... (to be continued :) )

Minggu, 05 Juni 2011

Ku Pandang Kau Dari Jauh

Terlintas sejenak di benakku 

Akan arti rasa ini

Yang telah mengobrak-abrik isi di hati 
hingga merubah rasa pilu menjadi berarti



terkadang kau ucapkan sayang padaku

hingga buat pipi ini memerah tersipu 



namun terkadang kau acuhkan diriku

hingga air mata mengalir di pipiku 



sedikit munafik rasanya 

jika ku bilang, ku merelakanmu
untuk terbang bebas, tanpa ikatan denganku 



namun

sangat memaksakan rasanya 
jika ku ingin selalu bersamamu 



aku tau

aku sadar
mungkin aku hanya seonggok perasaan lewat di hatimu 
dan aku memang tak pantas untukmu 



kubatasi rasa ini

ku tekan-tekan, agar rasa ini menyempit dan memudar 



ku hentikan semua anganku

untuk bisa bersamamu


ini puisi di copas dari http://www.kaskus.us/showthread.php?p=443311408#post443311408 berhubung isinya ngena dan sesuai makanya aku copas.. JUJUR sebenernya dari awal aku deket sama raka aku sering merhatiin dia dari jauh. berhubung waktu itu kelas aku di bawah dan kelas dia di atas bersebrangan sama kelas aku. kalo aku lagi di teras kadang aku suka merhatiin dia, dia yang lagi asik ngobrol sama temen-temennya, dia yang ketawa seakan gak ada beban, senyumnya dia yang suka aku perhatiin dari bawah tanpa sepengetahuan dia. Ya allah begitu bahagianya hamba melihat dia tertawa lepas tanpa beban bersama teman-temannya   tapi itu hanyalah masa lalu, masa-masa SMA yang penuh dengan kenangan, mungkin ini juga termasuk kenangan di hati tersendiri. aku suka sama dia di detik-detik menjelang kelulusan dan yang pasti mungkin rasa cinta aku buat dia gak bakal terwujud dalam suatu ikatan, mungkin terkesan ngarep tapi balik lagi dipuisi diatas sedikit munafik rasanya jika ku bilang, ku merelakanmuuntuk terbang bebas, tanpa ikatan denganku. munafik kalo aku bilang rela nglepas tanpa ada ikatan. tapi bagaimanapun juga aku sama dia punya masa depan masing-masing. Aku harus ngejar cita-cita aku begitu juga dengan dia. Allah punya rencana tersendiri yg insya Allah bakal indah pada waktunya AAMIIN. 

Senin, 16 Mei 2011

16 MEI 2011 .. LULUS FEAT LOLOS :P

Hari ini tanggal 16 Mei 2011 adalah pengumuman kelulusan untuk tingkatan SMA. Tau gak semalam sebelum tanggal 16 anak2 SMA rata2 pada galau nungguin hasil kelulusan. Sampai tepat jam 00.00 mereka masih berusaha membuka web yg tersebar via sms untuk membuka pngumuman UN and you know ? inbox sms dan chat FB saya penuh sama pertanyaan "Alif gimana?" , "alif udah dapet pngumuman belum" dan berbagai pertanyaan sejenis lainnya. Tapi dari semua chat yang nanya chat yg saya senengin ya pas Raka chat apalagi pas dia pake motion love .
wahh sempet berbunga2 dikit tuh haha KissHug for you deh ^^
Eh udah ah back to topic
Hari ini bangun sholat shubuh terus jam 6 pagi ngluarin motor dan langsung beli koran..
udah beli langsung balik lagi kerumah (yaiyalah) nyampe rumah korannya di buka dan nyari tulisan SMAN 3 CIBINONG berhubung saya absen awal2 jadi bisa gampang nyarinya and then nomor peserta 13-022-005-4 tertera di koran yg artinya LULUS  yeeee Alhamdulillah
gak jelas nih gambarnya yaaa pokoknya kurang lebih seperti itulah .. haha
Udah gitu jam setengah 8 lewat nganterin Bapak berangkat dines JUJUR pas pulang dari nganterin saya rada2 lupa sama jalannya scara pas SD baru2nya pindah ke VBI saya gak tau jalannya dan nyasar sama tukang ojek dari Asrama Brimob huhu. Tapi akahirnya sekarang gak nyasar dong hihi. Nyampe Rumah sekitar jam 8 dan HP saya udah ada kurang lebih 3 sms dan 1 missed call dari Richi oh yaampun telat kan mau janjian kerumah Bu vara ! akhirnya tanpa basa basi pamit berangkat. Pas udah ketemu sama richi langsung menuju tempat janjian anak2 IPA1. Setelah beberapa menit menunggu yang lain akhirnya jalan juga ke rumah Bu Vara . Di perjalanan ada sedikit insiden yaph Nuri jatoh pas depan saya  haduhh feeling saya gara2 ngrem nih shock dadakan scara saya dibelakangnya. Okaay Perjalanan Dilanjut.
Sesampainya dirumah Bu Vara langsung ya biasalah makan cemilan terus pembukaan dari bu Vara pembagian hasil KELULUSAN dan terkahir DOA lalu pulang. Nah pas perjalanan pulang ini bisa dibilang tragedi KELOLOSAN hahaha :p
Ada RAZIA (Y) pantesan di per3an ada beberapa temen saya yg berhenti dan nurunin temen yg diboncengnya tapi saya lanjut ya kirain tuker pasangan. Gak Taunya ada razia saya di STOP tapi gak lama ya LOLOS hanya dengan bermodalkan SEPIK dengan membawa AYAH tercinta yg Bekerja sebagai polisi hehe Maaf ya Pak Polisi saya gak bawa STNK dan gak punya SIM *dalamhatiberkata* . Nah temen2 saya yg berhenti di per3an dan menuruni para pasangannya ternyata muter balik lewat cilebut manaa gitu entahlah gak tau saya yang penting saya dan beberapa anak lainnya bisa lolos dan lewat jalan biasa. Pulangnya langsung tepar di kamar gara2 perjalanan panjang bikin pegel dan kepanasan haaah 


Tambahan nihh buat malam ini ^^
mdh sms dia curhat seneng gara2 si ariana nelfon dia (tapi gak sempet diangkat sama denny) hihi gapapalah yg penting si mdh seneng kan ;) terus dikesempatan lain saya nanya2 tentang raka sebenernya sih mau nanya tentang kisah lalunya dia yg pernah dibilang aski,lood dan vama. tapi si mdh gak tau .. wuaaaaa ini masih menjadi tekateki yg belum terjawab . huuhu padahal masih penasaran banget tapi biarkanlah ^^

note :
Raka,mdh,aski,lood,vama dan ariana yg dimaksud di atas merupakan nama samaran bukan nama asli  .

Senin, 11 April 2011

Terkumpulnya Sifat Takut dan Harap

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjenguk seorang pemuda yang sedang menjelang sakaratul maut (saat menjelang kematian), maka beliau  bertanya kepada pemuda tersebut:

«كَيْفَ تَجِدُكَ؟». قَالَ: وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّى أَرْجُو اللَّهَ وَإِنِّى أَخَافُ ذُنُوبِي. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ  «لاَ يَجْتَمِعَانِ فِى قَلْبِ عَبْدٍ فِى مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ» رواه الترمذي وابن ماجه وغيرهما.
“Apa yang kamu rasakan (dalam hatimu) saat ini?”. Dia menjawab: “Demi Allah, wahai Rasulullah, sungguh (saat ini) aku (benar-benar) mengharapkan (rahmat) Allah dan aku (benar-benar) takut akan (siksaan-Nya akibat dari) dosa-dosaku”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah terkumpul dua sifat ini (berharap dan takut) dalam hati seorang hamba dalam kondisi seperti ini kecuali Allah akan memberikan apa yang diharapkannya dan menyelamatkannya dari apa yang ditakutkannya”[1].
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan adanya sifat berharap dan takut kepada Allah secara seimbang dalam diri seorang hamba, sekaligus menunjukkan keutamaan bersangka baik kepada Allah Ta’ala, terutama pada waktu sakit dan saat menjelang kematian[2], sebagaimana perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan dia bersangka baik kepada Allah U”[3].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
- Dua sifat inilah yang dimiliki oleh hamba-hamba Allah yang paling mulia di sisi-Nya, para Nabi dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga Allah Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya,

{إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ}

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka (selalu) berdoa kepada Kami dengan (perasaan) harap dan takut. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu‘” (QS al-Anbiyaa’:90).

- Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani berkata, “Yang dimaksud dengan ar-raja’ (berharap) adalah bahwa jika seorang hamba melakukan kesalahan (dosa atau kurang dalam melaksanakan perintah Allah) maka hendaknya dia bersangka baik kepada-Nya dan berharap agar Dia menghgapuskan (mengampuni) dosanya, demikian pula ketika dia melakukan ketaatan (kepada-Nya) dia berharap agar Allah menerimanya. Adapun orang yang bergelimang dalam kemaksiatan kemudian dia berharap Allah tidak menyiksanya (pada hari kiamat) tanpa ada rasa penyesalan dan (kesadaran untuk) meninggalkan perbuatan maksiat (tanpa melakukan taubat yang benar kepada Allah), maka ini adalah orang yang tertipu (oleh setan)” [4].

- Imam Hasan al-Bashri berkata, “Orang mukmin bersangka baik kepada Rabb-nya (Allah Ta’ala) maka dia pun memperbaiki amal perbuatannya, sedangkan orang orang kafir dan munafik bersangka buruk kepada Allah maka mereka pun memperburuk amal perbuatan mereka” [5].

- Sebagian dari para ulama menjelaskan bahwa dalam kondisi sehat lebih utama menguatkan sifat al-khauf (takut) daripada ar-raja’ (berharap), agar seseorang tidak mudah lalai dan lebih semangat dalam beramal shaleh. Adapun ketika sakit, apalagi saat menjelang kematian, lebih utama menguatkan sifat ar-raja’ (berharap) untuk menumbuhkan persangkaan baik kepada Allah Ta’ala[6].

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, MA

http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/terkumpulnya-sifat-takut-dan-harap.html